Sebagai WNI tentu sudah sering sekali lihat demo dan ribut soal naik nya BBM bukan...?
jelas sekali bahwa minyak yg kita pakai bukanlah hasil ngeruk di bumi pertiwi makanya harganya tak bisa di kontrol tiap tahunnya.
kita sering salah persepsi bahwa asia timur adalah kunci minyak dunia sehingga banyak negara barat seolah perang kepentingan di kawasan arab dan sekitarnya.
tetapi tahukan anda bahwa produsen minyak terbesar dunia tersebar di seluruh dunia. bahkan amerika yg kononnya suka menjajah negara arab demi minyak,produksi dalam negri luar biasa besar. arab saudi memang masih menjadi produsen terbesar dan punya cadangan terbanyak di planet ini.
namun...kini dengan harga minyak dunia di bawah 50 dolar perbarel membuat arab saudi kedodoran dan negaranya bisa bangkrut kalau ini bertahan sampai setidaknya 2030 mendatang.
amerika bisa menyaingi arab sehingga minyak dunia sangat murah karena menemukan cadangan shale oil di negaranya. berbeda dengan minyak arab yg berbentuk cairan dan di pompa dari perut bumi, minyak shale produksi amerika adalah batu atau sedimen.
batu atau sedimen yg mengendap di panaskan dan dengan teknologi memisahkan minyaknya.
penambangan ini lebih murah karena hanya memecahkan gunung untuk di ambil batu nya kemudian di olah. atau di bor dan di tanam sebuah pemenas supaya minyaknya cair kemudia di sedot.
sementara negara lain berperang genjot produksi,Indonesia masih ribut dan sibuk membersihkan mafia minyak.
karena tentu mafia mafia ini tidak mau indonesia punya tambang sendiri karena penghasilan mereka adalah dari hasil merampok negara dengan membeli murah dari luar dan di paksa jual mahal ke negara kita.
indonesia sangat kaya...
di pastikan indonesia punya cadangan minyak cair di perut bumi dan pasti punya juga minyak padat di permukaan bumi.
entah entah freeport ngotot ekspor barang mentah mungkin tanah atau batu papua mengandung minyak padat ini.
karena kalau di olah dengan smelter hanya 3 mineral yg bs mereka hasilkan emas perak dan tembaga,sementara apapun mineral yg terkandung di dalam tanah papua mereka tidak berhak lagi mengolahnya.
entahlah....saya hanya optimis bahwa indonseia ini negara kaya...
bener kata mentri rizal ramli...
rakyat indonesia miskin karena bumi indonesia sangat kaya sehingga di kadalin banyak negara maju. kalau bumi kita miskin tak akan mungkin belanda jepang inggris menjajah indonesia,dan kini kita di jajah ekonomi oleh negara maju. bahkan minyak bumi kita di kuasai oleh amerika lewat newmont,mobile,shell dll,emas di tambang oleh freeport dll.
apa kita mau seperti ini terus....?
tentu tidak bukan....
nah...ngomong2 soal produsen minyak dunia terbesar,siapa saja mereka...
inilah dia....
10. Kuwait
Produksi minyak: 2,75 juta barel per hari
Kontribusi ke dunia: 3,1%
Ekspor harian ke AS: 352.000 barel
Cadangan terbukti: 104 miliar barel
9. Brazil
Produksi minyak: 2,8 juta barel per hari
Kontribusi ke dunia: 3,15%
Ekspor harian ke AS: 321.000 barel
Cadangan terbukti: 12,86 miliar barel
8. Meksiko
Produksi minyak: 2,95 juta barel per hari
Kontribusi ke dunia: 3,3%
Ekspor harian ke AS: 1,11 juta barel
Cadangan terbukti: 10,42 miliar barel
7. uni emirat arab
Produksi minyak: 3,23 juta barel per hari
Kontribusi ke dunia: 3,6%
Ekspor harian ke AS: 3.500 barel
Cadangan terbukti: 97,8 miliar barel
6. kanada
Produksi minyak: 3,92 juta barel per hari
Kontribusi ke dunia: 4,4%
Ekspor harian ke AS: 3,01 juta barel
Cadangan terbukti: 175,21 miliar barel
5. iran
Produksi minyak: 4,13 juta barel per hari
Kontribusi ke dunia: 4,6%
Ekspor harian ke AS: 0
Cadangan terbukti: 137 miliar barel
4. china
Produksi minyak: 4,19 juta barel per hari
Kontribusi ke dunia: 4,7%
Ekspor harian ke AS: 2.000 barel
Cadangan terbukti: 20,35 miliar barel
3. rusia
Produksi minyak: 10,3 juta barel per hari
Kontribusi ke dunia: 11,64%
Ekspor harian ke AS: 572.000 barel
Cadangan terbukti: 60 miliar barel
2. amerika serikat
Produksi minyak: 10,59 juta barel per hari
Kontribusi ke dunia: 11,94%
Ekspor harian ke AS: -
Cadangan terbukti: 20,68 miliar barel
1. saudi arabia
Produksi minyak: 11,75 juta barel per hari
Kontribusi ke dunia: 13,24%
Ekspor harian ke AS: 1,42 juta barel
Cadangan terbukti: 262,6 miliar barel